Mon, May 23rd 2011, 12:12

BANJIR - Banjir bandang menerjang Aceh Tenggara, menyebabkan jalan lintas Gayo Lues--Agara putus akibat tertimbun longsor bebatuan, pepohonan. Kenderaan dari ke dua Kabupaten itu antrian panjang selama 12 jam, akibat opprit jalan di Desa Penangalan putus sepanjang 20 meter. Beberapa kawasan yang parah antara lain di Desa Penangalan, Seldok, juga di Kecamatan Ketambe setelah hujan mengguyur kabupaten itu sejak Minggu (22/5) malam. Foto direkam Senin (23/5). Serambinews.com/asnawi lawi
KUTACANE - Sejum;ah desa di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, diterjang banjir bandang, menyusul hujan yang mengguyur daerah itu sejak Minggu (22/5) malam.
Kawasan yang parah antara lain Desa Penangalan, dan Seldok. Sejumlah jalur jalan juga tertimbun longsor bebatuan, pepohonan. Akibatnya kawasan itu lumpuh karena tidak bisa dilalui kendaraan bermotor dari Aceh Tenggara (Agara) menuju Gayo Lues (Galus) dan sebaliknya.
Opprit jalan di Desa Penangalan putus total sepanjang 20 meter lebih. Selain itu, tiga unit rumah warga dibawa banjir dan satu unit yayasan Darul Ayam, roboh akibat dihantam arus sungai tersebut.
Bupati Agara, H Hasanuddin B, Kapolres, AkBP Arsyad, Dandim, Letkol (Inf), R Andi Roediprijatna W, Ketua DPRK, M Salim Fakhri, anggota Komisi C DPRK yang turun ke lokasi musibah, mengintruksikan untuk ditangani dengan mengerahkan mengerahkan dua alat berat jenis scopel untuk membersihkan badan jalan.
Sulaiman, seorang warga menuturkan kepada Serambinews.com, hujan deras sejak Minggu malam sekitar pukul 21.00 wib. Banjir menyeret batang kayu gelondongan sehingga menumpuk di jembatan, dan membuat jalan sepanjang 20 meter ambruk.
Kayu gelondonng yang diseret banjir, kata Bupati Agara, Hasanuddin B, merupakan pembalakan liar yang sudah lama terjadi. "Untuk saat ini kita tangani secara darurat dengan memperbaiki opprit jembatan yang rusak," katanya.
Bupati memperkirakan hingga siang hari ini bisa selesai untuk sekedar dilalui kendaraan roda empat. Ke depan akan dibangun bronjong permanen dan memperbaiki opprit jembatan yang rusak. Sedangkan rumah warga yang rusak akan dilaporkan kepemerintah Aceh, terutama menangani masa panik.(*)
sumber Serambinews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar