Rabu, 19 Januari 2011

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Dibangun di Agara

Fri, Jan 7th 2011, 16:15

KUTACANE - Untuk mengatasi krisis arus listrik di Aceh Tenggara, akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 10 MW di Lawe Sikap, Kecamatan Darul Hasanah. Tinggal izin dari menteri lingkungan untuk mewujudkan program itu. "Pengusaha dari Malaysia akan membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH," kata Bupati Aceh Tenggara, Hasanuddin B kepada Serambkinews.com, Jumat (7/1).Jika selama di Agara sering sekali listrik padam, maka adanya PLTMH itu Agara akan terbebas dari gelap gulita.

Sementara Kepala PLN Cabang Langsa, Baharuddin SE, mengatakan PLN Pusat dan memerintahkan PLN Aceh untuk merealisasikan pemasangan listrik masuk desa. Di Kutacane pada tahun ini akan direalisasikan untuk Desa Lawe Kinga, Paya Kuhu, Lawe Kongker, dan Pulo Sepang. "Sebenarnya, kondisi listrik di Agara tahun 2010 lalu mulai normal dan setelah mereka memasang 2,5 MW Surplus (daya pasok lebih). Jadi, kita membenahi dari sisi jaringan distribusi dan kesiapan dan pembenahan travo. Overblass (OB) sehingga dengan begitu enam Kecamatan yang selama ini tergantung dengan sistem sumut akan diupayakan melalui PLTD Kuning," ujar Baharuddin.(asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com

Besok, Menteri Lingkungan Hidup Ke Agara

Thu, Jan 6th 2011, 16:05

KUTACANE - Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, Prof Dr Ir H Gusti Muhammad Hatta MS dan Ketua Komisi VII DPR-RI, Riefky Harsya, Besok, Jumat (7/1) akan berkunjung ke Aceh Tenggara dalam rangka kunjungan kerja. Kabag Humas Setdakab, Amri Siregar, mengatakan menteri negara lingkungan hidup RI dan Ketua Komisi VII DPR-RI beserta rombongan tiba melalui Bandara Alas Leuser Kutacane pada pukul 09.00 wib.

Selama dua jam (pukul 10.15-12.00 wib), menteri negara dan anggota DPR-RI melakukan pertemuan dengan kepala SKPK, Tokoh Masyarakat dan ormas. Dilanjutkan dengan mkan bersama di Kuta Lesung dan melakukan penanaman pohon penghijauan di Perguruan Tinggi Gunung Leuser (PTGL). Menteri juga akan menyerahkan alat resapan lubang biopori kepada BPH PTGL. Dilanjutkan dengan peninjauan pembangunan Mesjid At-Taqwa Kutacane dan juga pertemuan dengan keluarga besar Iriansyah/ Shalatuddin Ketua Aceh Corruption Watch (ACW) Cane di Lawe Kihing mulai pukul 17.30 wib. Hari Sabtu (8/1), rombongan menteri kembali ke Jakarta. (asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com

Selasa, 18 Januari 2011

Lintas Kutacane-Medan Lumpuh Delapan Jam

Thu, Jan 6th 2011, 18:45


PULUHAN kendaraan dari berbagai jenis terparkir di ruas jalan Kutacane-Medan, menyusul terperosoknya sebuah truk pengakut sawit di badan jalan. Arus lalulintas sempat macet selama delapan jam, setelah truk yang terperosok berhasil dievakuasi. ASNAWI LUWI/SERAMBINEWS.COM

KUTACANE - Jalan lintas Kutacane, Aceh Tenggara, menuju Medan di kawasan Desa Kuta Buluh, Kamis (6/1/2011) dinihari sempat lumpuh selama delapan jam. Lumpuhnya jalur darat itu akibat terperosoknya sebuah truk pengangkut sawit.

Antrean kendaraan baik dari Kutacane ke Medan atau sebaliknya mencapai dua kilometer. Arus lalulintas kembali normal pada pukul 08.00 WIB, setelah sebuah truk interkuler menarik truk pengangkut sawit yang terperosok tersebut.

Agus, seorang sopir angkutan jurusan Kutacane-Medan, kepada Serambinews.com, mengatakan, mereka mulai pukul 00.00 WIB, sudah terjebak kemacetan persisnya di depan kantor polisi Satlantas Kuta Buluh. Tapi, sepertinya mereka terkesan lamban menangani persoalan itu.(asnawi luwi)


sumber : Serambinews.com

Rabu, 05 Januari 2011

Anggota Komisi D DPRK : PT Gayotama Beroperasi tanpa Amdal

Sun, Jan 2nd 2011, 18:24

Laporan Asnawi Luwi

KUTACANE - Anggota Komisi D DPRK Aceh Tenggara, M Fahrial SKD, mengatakan, PT Gayotama yang beroperasi di Lawe Sekerah, Kecamatan Badar, tak memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
"Sampai sekarang PT Gayotama belum mampu menunjukan Amdalnya. Tahun lalu kami turun ke perusahaan tersebut, namun mereka (pihak perusahaan) tidak menunjukan amdalnya. Hingga kini amdal tersebut juga belum diberikan," ujar M Fahrial kepada Serambinews.com.
Dikatakan, akibat beroperasinya PT Gayotama menyebabkan masyarakat Desa Lawe Sekerah terserang penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).(aji)

Sumber : Serambinews.com

Selasa, 04 Januari 2011

Lintas Kutacane-Blangkejeren Lumpuh Dua Jam

Jalan Diblokir Warga
Wed, Dec 29th 2010, 11:34

KUTACANE - Jalan lintas Kutacane, Aceh Tenggara-Blangkejeren, Gayo Lues persisnya di Desa Lawe Mengkudu, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Selasa (28/12) diblokir warga. Akibatnya, arus transporatsi dua arah ke kedua kabupaten tersebut sempat lumpuh dua jam. Warga marah, karena karena normalisasi sungai Lawe Mengkudu yang dihantam banjir beberapa waktu lalu tak dilakukan pemerintah.

Bupati Aceh Tenggara, Hasanuddin B yang turun ke lokasi bersama Kadis BMCK Aceh, Muhyan Yunan mengatakan, saat ini alat berat dikarahkan untuk normalisasi sungai di daerah itu. Dan pembangunan bronjong di Sungai Lawe Mengkudu.

Kata Hasanuddin, sebelumnya pada tahun 1981 sebanyak 21 orang tewas dihantam banjir di daerah itu dan pada tahun 2005, 17 orang tewas. Selama ini, penanganan banjir di daerah itu tidak permanen, dan kini akan kita bangun bronjong permanen dan jembatan yang rusak kita rencanakan secepatnya diganti. Disebutkan, di Simpang Semadam akan dibangun satu jembatan bayle dan dua jembatan di Lawe Mengkudu.

Selain itu, normalisasi dan pengamanan bronjong dibangun 1 Kilometer di Semadam dan Lawe Mengkudu sepanjang 1 Km. Lebar sungai itu menjadi 25 meter dan panjang 1 kilometer. Sementara itu, Kepala Dinas BMCK Aceh, Muhyan Yunan, saat berada di lokasi itu, mengatakan, jembatan Bayle sepanjang 40 meter akan dibangun di Lawe Mengkudu, selanjutkan menyusul yang lainnya kalau bahan sudah ada. Kata Muhyan, dia berada di Kutacane saat ini karena diperintah Gubernur Aceh untuk melihat kondisi banjir di daerah Agara.

Tokoh Masyarakat Ketambe, Rabumin mengatakan, normalisasi Alur sungai Lawe Mengkudu diharapkan sepanjang 2 kilometer di dua lokasi. Selama ini setiap musim hujan warga mengungsi. Menurutnya, masyarakat memblokir jalan dengan membentang kayu di badan jalan sebagai bentuk protes mereka terhadap persoalan normalisasi sungai Lawe Mengkudu yang sudah lama tak terealisasi.(as)

Sumber : Serambinews.com

Lintas Kutacane-Medan Lumpuh Tujuh Jam

Sungai Semadam Meluap
Mon, Dec 27th 2010, 11:16

KUTACANE - Hujan deras yang terjadi pada Sabtu (25/12) pukul 20.00 WIB, menyebabkan sungai Semadam, di Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, Minggu (26/12) dinihari meluap dan menggenangi badan jalan. Akibatnya, arus transportasi darat lintas Kutacane-Medan sempat lumpuh selama 7 jam.

Sulaiman, seorang warga Semadam kepada Serambi, Minggu (26/12) mengatakan, pada Sabtu malam hujan deras tak henti-hentinya. Dan, pada Minggu pukul 00. 00 WIB, sungai meluap hingga menggenangi badan jalan persisnya di lokasi banjir bandang yang terjadi baru-baru ini. Akibatnya, transportasi Medan-Kutacane lumpuh total selama tujuh jam. Namun, ada juga masyarakat terpaksa melewati jalur alternatif yakni melewati dari Desa Lawe Tua-Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-gala dan tembus di Desa Semadam Awal.

Dijelaskannya, jalan tersebut baru lancar kembali pada Minggu (26/12) pukul 07.00 WIB, setelah satu unit alat berat dikerahkan di lokasi itu. Menurutnya, di Desa Semadam dan sekitarnya pada tahun 2005 lalu, pernah juga dilanda banjir bandang lebih parah dari pada tahun 2010 ini. Katanya, Semadam memang dikenal dengan rawan banjir bandang, akibat terjadinya kedidak seimbangan alam.(as)

sumber : Serambinews.com

Minggu, 02 Januari 2011

Jalur Semadam-Medan Kembali Lancar

* 249 KK Korban Banjir Bandang Mengungsi
Fri, Dec 24th 2010, 10:49


Banjir bandang yang melanda Desa Semadam, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara mengakibatkan jalur transportasi Medan-Kutacane lumpuh total sejak Rabu (22/12) pukul 20.00 WIB, hingga Kamis (23/12) pukul 13.00 WIB. Transportasi kembali normal pukul 14.00 WIB. SERAMBI/ASNAWI

KUTACANE - Arus transportasi darat di lintasan Kutacane, Aceh Tenggara (Agara) menuju Sumatera Utara (Sumut), persisnya di Desa Semadam dan sekitarnya, sudah kembali normal pada Kamis (23/12) pukul 14.00 WIB, setelah alat berat dikerahkan ke lokasi.

Selain itu, 249 kepala keluarga (KK) di daerah itu masih mengungsi di SDN Semadam akibat banjir bandang. Adapun yang warga lainnya kemarin mulai kembali ke rumah masing-masing dan bergotong royong membersihkan rumah dari genangan lumpur yang terbawa banjir.

Dalam insiden itu, 249 rumah rusak, termasuk puluhan hektare tanaman cokelat dan padi. Seperti diberitakan kemarin, Desa Lawe Beringin Gayo, Lawe Mejile, Simpang Semadam, Desa Semadam Awal dan desa sekitarnyadi dalam Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara, Rabu (22/12) pukul 20.00 WIB, dilanda banjir bandang. Akibatnya, ribuan penduduk mengungsi ke Desa Lawe Kinga Lapter, Desa Parit Kulur, Bandara Alas Leuser, atau ke lokasi lain yang mereka anggap aman.

Samsuddin, warga Semadam, mengatakan kemarin bahwa ia sudah pulang ke rumah dan kini sedang membersihkan rumah. Sementara itu, Camat Semadam, Zulkarnain, kepada Serambi, Kamis (23/12) mengatakan, saat ini arus transportasi darat di lintas Medan-Kutacane kembali normal setelah alat berat dikerahkan mengangkat meterial banjir, berupa kayu dan bebatuan, di badan jalan.

Dikatakan, rumah yang rusak akibat banjir bandang itu 55 unit dengan kondisi rusak berat dan 194 rusak ringan. Menurutnya, saat ini sebanyak 249 KK masih mengungsi di SDN Semadam. Mereka tak lagi bisa memasak di rumahnya, karena rumah tersebut rusak. Sedangkan, warga lainnya di daerah itu telah kembali ke rumah dan membersihkan rumah dari genangan banjir.

Longsor dibersihkan
Petugas dari instansi terkait, Rabu (22/12) malam juga dilaporkan mulai membersihkan material longsor di kawasan Pegunungan Singgah Mata, Kecamatan Pantan Cuaca, Gayo Lues. Longsor itu terjadi Selasa lalu, terjadi di jalan nasional yang menghubungkan Blangkejeren-Takengon.

“Material longsor mulai dibersihkan Rabu (22/12) sekitar pukul 23.00 WIB dengan mengerahkan alat berat dari arah Isaq, Kabupaten Aceh Tengah, ke lokasi bencana,” kata staf Dinas BMCK Aceh, melalui Pelaksana Harian Jalan Blangkejeren-Takengon, Alfakih, kepada Serambi, Kamis (23/12).

Dikatakan, kendati sejak Rabu malam material longsor mulai dibersihkan dari badan jalan dengan alat berat, namun sampai kemarin material longsor tersebut belum tuntas dibersihkan secara merata dari ruas jalan dimaksud. Ini terjadi akibat hujan yang terus mengguyur di kawasan titik longsor.

Begitupun, menurut Alfakih, transportasi Blangkejeren-Takengon dan Banda Aceh sudah normal kembali. “Paling-paling hanya ada sedikit sisa-sisa material yang kini pun sedang dibersihkan,” ujar kemarin siang. (as/c40)

Sumber : Serambinews.com

Semadam Disapu Banjir Bandang

* Ribuan Warga Mengungsi, Dua Hilang
Thu, Dec 23rd 2010, 10:43

KUTACANE - Sejumlah desa di Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), tadi malam disapu banjir bandang yang menerjang dari pegunungan. Air bercampur lumpur, batu, dan kayu memporak-porandakan setidaknya empat desa, yaitu Lawe Beringin Gayo, Lawe Mejile, Simpang Semadam, dan Semadam Awal. Ribuan warga mengungsi, dua di antaranya dilaporkan hilang.

Desa-desa yang diterjang banjir bandang itu berada di lereng pegunungan dan aliran sungai. Hujan deras yang turun sejak sore kemarin menyebabkan sungai meluap karena tak mampu menampung air bah dari gunung. Luapan itu tanpa ampun menerjang permukiman yang bersisian dengan jalan nasional Kutacane-Medan. Yang tertimbun lumpur, kayu, dan bongkah-bongkah batu bukan hanya permukiman tetapi juga jalan nasional tersebut.

Terjangan banjir bandang itu dilaporkan terjadi pukul 20.00 WIB, Rabu (22/12). Suara gemuruh diikuti jerit histeris mewarnai suasana malam yang dingin karena terus-terusan diguyur hujan. Kepanikan semakin memuncak ketika listrik mati dan air bah semakin dahsyat memporakporandakan permukiman.

Dalam keadaan gelap gulita dan guyuran hujan serta terjangan banjir bandang yang mematikan, masyarakat berusaha menyelamatkan diri sambil menggiring anggota keluarga dan apa saja yang bisa diselamatkan. Lokasi pelarian untuk menyelamatkan diri antara lain ke Desa Lawe Kinga, Parit Kulur, Bandara Alas Leuser, dan beberapa titik lainnya yang dianggap aman.

Bupati Agara Hasanuddin B MM bersama Kapolres AKBP Arsyad KH, Ketua DPRK M Salim Fakhri dan sejumlah pejabat lainnya, tadi malam turun langsung ke lokasi bencana di Kecamatan Semadam.

Bupati Hasanuddin kepada Serambi mengatakan, ribuan warga mengungsi dan dua orang dilaporkan hilang. Banyak rumah dan fasilitas umum yang dipastikan rusak. Namun hingga pukul 22.00 WIB tadi malam, belum ada data pasti karena banjir masih tetap menerjang. “Banjir bandang kali ini sangat besar,” kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, tadi malam dua unit alat berat dikerahkan untuk membersihkan lumpur, kayu, dan batu yang menutupi jalan nasional Kutacane-Medan agar transportasi bisa lancar kembali. Sementara itu masyarakat Desa Lawe Tua, Buket Merdeka, dan sekitarnya di Kecamatan Lawe Sigala-gala, tadi malam juga panik akibat luapan anak sungai menyusul hujan lebat yang mengguyur wilayah itu. Mereka siaga di depan rumah untuk berjaga-jaga dari kemungkinan terburuk.(as)

Sumber : Serambinews.com