Selasa, 22 Maret 2011

Petani Kakoa Agara 600 Miliar Pertahun

Wed, Feb 9th 2011, 13:26

KUTACANE - Petani cokelat (kakoa) di 386 desa dari 16 Kecamatan di Aceh Tenggara, berpenghasilan Rp 600 miliar pertahun. Penghasilan seperti ini akan mensejahterakan petani.

Bupati Agara, Ir H Hasanuddin B MM, kepada Serambinews.com, Rabu (9/2) mengatakan, luas areal komoditi kakoa di Agara 10.000 hektare dengan penghasilan panen petani lima juta rupiah per hektare atau Rp 600 miliar pertahunnya. "Tahun 2011, Pemkab membagikan tiga juta bibit kakoa dan tahun 2012 nanti empat juta," kata Bupati Hasanuddin sambil menambahkan, pada tahun 2012, luas areal komoditi cokelat di Agara mencapai 17 ribu hektare.(asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com

Tak Dapat Jadup, Puluhan Penderita Eks Kusta Datangi DPRK

Tue, Feb 8th 2011, 11:35

KUTACANE - Puluhan mantan penderita eks kusta di Desa Natam Baru, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, Selasa (8/2) mendatangi kantor DPRK Kutacane. Mereka itu sudah dua bulan (sejak Januari- Februari 2011) tak mendapat jatah hidup (Jadup).

Jemani (40) kepada Serambinews.com, Selasa (8/2) mengaku terhitung sejak Januari- Februari 2011, tidak menerima Jadup dari Pemerintah. "Biasanya setiap bulan sebanyak 16 bambu beras per Kepala Keluarga (KK). Tapi ini sudah dua bulan ini, tapi tak ada kabar," katanya. (asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com

Senin, 21 Maret 2011

PLTD Kuning Pasok Arus ke Enam Kecamatan

Fri, Feb 4th 2011, 18:21

KUTACANE - Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Kutacane, akan memasok arus listrik ke enam Kecamatan dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kuning, Kecamatan Bambel.
Keenam Kecamatan itu adalah, Lawe Sigala-gala, Babul Makmur, Semadam, Babul Rahmah, Leuser dan Bukit Tusam.
Manager Ranting PLN Kutacane, Hafiz Ham Lubis, kepada Serambinews.com, Jumat (4/2/2011), mengatakan, saat ini mereka upayakan peningkatan pelayanan pasokan arus listrik kepada pelanggan khususnya dari enam Kecamatan yang selama ini mendapat pasokan arus listrik dari Sumatera Utara.(asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com

PLTD Kuning Pasok Arus ke Enam Kecamatan

Fri, Feb 4th 2011, 18:21

KUTACANE - Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Kutacane, akan memasok arus listrik ke enam Kecamatan dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Kuning, Kecamatan Bambel.
Keenam Kecamatan itu adalah, Lawe Sigala-gala, Babul Makmur, Semadam, Babul Rahmah, Leuser dan Bukit Tusam.
Manager Ranting PLN Kutacane, Hafiz Ham Lubis, kepada Serambinews.com, Jumat (4/2/2011), mengatakan, saat ini mereka upayakan peningkatan pelayanan pasokan arus listrik kepada pelanggan khususnya dari enam Kecamatan yang selama ini mendapat pasokan arus listrik dari Sumatera Utara.(asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com

Kamis, 17 Maret 2011

Sejuta Bibit Kakao Disalurkan

Thu, Feb 3rd 2011, 16:11

KUTACANE - Sebanyak 1.350.000 bibit kakoa (cokelat) tahun 2010, disalurkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengara.

Penyaluran bibit tersebut melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Rabu (2/2/2011), di depan kantor Dishutbun. Penyaluran bibit cokelat itu langsung diserahkan oleh Bupati Hasanuddin B, kepada kelompok tani.(asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com

Senin, 14 Maret 2011

Bupati Agara Minta Lokasi Banjir Dibronjong

Mon, Jan 31st 2011, 19:27


BUPATI Aceh Tenggara, Hasanuddin B dan Ketua DPRK, M Salim Fakhri, meninjau pembangunan bronjong di lokasi banjir, di Desa Semadam, Agara, Senin (31/1/2011. ASNAWI/SERAMBINEWS.COM

KUTACANE - Bupati Aceh Tenggara, Hasanuddin B, meminta dibangun bronjong permanen sepanjang 1 kilometer kiri dan kanan di lokasi banjir Desa Semadam, Kecamatan Semadam.

"Saya tak mau dibangun secara permanen dan tak ingin ada rakyat jadi korban akibat banjir," ujar Hasanuddin B, Ketika mengunjungi lokasi pembangunan bronjong bersama Ketua DPRK, M Salim Fakhri dan Muspika, Senin (31/1/2011).(asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com

Pabrik Pengolah Karet Butuh Modal Usaha

Mon, Jan 31st 2011, 08:20

KUTACANE - Pabrik pengolah karet Alas Metuah Kutacane, Aceh Tenggara, membutuhkan bantuan modal usaha dari pemerintah kabupaten (Pemkab).

Pengumpul getah CV Alas Metuah, Bahrum MS, kepada Serambi Minggu (30/1) mengatakan, mereka membutuhkan tambahan bantuan modal usaha sebesar Rp 250 juta. Pasalnya, selama ini hanya modal itu saja mereka olah sebesar Rp 100 juta. Misalnya mereka kirim karet olahan ke Medan dan setelah uang ditransfer baru mereka dapat membeli bahan baku yang lain untuk selanjutnya diolah kembali.

Cukup disayangkan bahan baku mentah sebanyak 25 ton per harinya harus dibawa ke Medan, karena keterbatasan modal usaha sehingga CV Alas Metuah tidak dapat menampung atau membeli seluruh hasil panen karet petani di Agara itu. Seandainya, mereka mendapat dukungan bantuan modal usaha, maka ketersediaan bahan baku di pabrik pengolahan lebih mencukupi, apalagi harga karet sekarang saat ini cukup tinggi mencapai Rp 19 ribu perkilogram.

Menurutnya, sebanyak 4 ton karet yang mereka olah selama dua hari langsung mereka kirim ke Medan dengan pengiriman total perbulannya mencapai 18-25 ton karet kering atau slab-I. Ditambah, sebelumnya, mereka mendapat pinjaman modal usaha dari pihak bank BPD Aceh Kutacane sebesar Rp 150 juta, uang sebanyak itu tak memadai, karena uang sejumlah itu harus dipergunakan untuk biaya operasional dan pemberian modal usaha kepada agen-agen di beberapa Kecamatan dan juga telah memperkerjakan pekerja di pabrik 10 orang dan 15 orang agen pembelian karet. Untuk meningkatkan produksi karet dan ekonomi rakyat mereka meminta kepada Pemerintah Aceh agar memberikan bantuan modal usaha kepada mereka.(as)

Sumber : Serambinews.com

Kamis, 03 Maret 2011

Harga Getah Naik Tajam

Mon, Jan 24th 2011, 09:07

KUTACANE - Harga getah karet di Aceh Tenggara tiga hari terakhir naik cukup tajam. Getah jenis ball dari Rp 14.000 naik menjadi Rp 16.000 per kilogram, dan getah lempengan dari Rp 16.000 naik menjadi Rp 19.000 per kilo.

“Kenaikan getah karena meningkatnya harga karet dunia. Di Medan per kilogramnya mencapai Rp 42.000,” kata pengumpul getah dari CV Alas Metuah, Kutacane, Bukhari Budiman Ali, kepada Serambi, Minggu (23/1).

Bukhari mengungkapkan, secara umum produksi getah sedang mengalami penurunan akibat masuknya musim gugur. Untuk getah karet alam, musim gugur inmi terjadi tidak serentak melainkan satu persatu sehingga bisa dideres satu persatu. Sedangkan untuk jenis tanaman karet ungul, musim gugur akan terjadi serentak.

“Pengangkutan karet dari Agara ke Medan juga mulai menurun, dari rata-rata sebanyak 20 ton per hari menjadi 15 ton,” sebut Bukhari. Karet merupakan salah satu komoditas yang dihasilkan oleh Kabupaten Agara. Tanaman ini terus dikembangkan dengan memanfaatkan lahan-lahan telantar dan tebing sungai untuk penghijauan.(as)

Sumber : Serambinews.com

Bunga Bangkai Tumbuh di Ladang Petani Agara

Sun, Jan 23rd 2011, 09:21


Bunga bangkai setinggi 1,5 meter tumbuh di ladang petani kawasan Desa Alur Baning, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara, Sabtu ( 21/1). SERAMBI/ASNAWI

KUTACANE- Bunga bangkai (Amorphophallus titanium) setinggi 1,8 meter didapati tumbuh di ladang seorang petani di Desa Alur Baning, Kecamatan Babul Rahmah, Aceh Tenggara (Agara), Jumat (21/1). Ini temuan pertama di Aceh dalam tahun 2011.

Masnur Boru Sirait, warga Desa Gaya Jaya, Kecamatan Lawe Sigala gala, Agara, kepada Serambi kemarin mengatakan, di ladangnya tumbuh bungai bangkai 1,8 meter dan kini dalam keadaan mekar. Bunga itu dia perkirakan sudah lama tumbuh. Namun, baru kali ini dia lihat bunganya yang sedang mekar. “Saya menemukannya secara tak sengaja ketika pergi ke kebun memanen jagung dan membersihkan rumput liar,” ungkap Masnur.

Menurut Masnur, bunga itu tumbuh di ladang yang jauh dari permukiman penduduk dan belum diketahui masyarakat umum. Tapi sekarang, mulai banyak warga yang tahu setelah dia informasikan kepada tetangganya. Dalam dua hari terakhir, puluhan warga berbondong-bondong menyaksikan bunga langka yang baunya menyengat itu.

Berdasarkan catatan Serambi, penemuan bunga bangkai di Desa Alur Baning ini merupakan yang pertama di Aceh tahun ini. Pada tahun 2010, tidak satu bunga bangkai pun ditemukan mekar di bumi Aceh.

Tapi sebelumnya, 2009, beberapa kali bunga bangkai jenis Amorphophallus titanium maupun Rafflesia arnoldi ditemukan tumbuh sporadis di wilayah Aceh Tenggara, Aceh Utara, Nagan Raya, juga di Subulussalam.

Pada 13 Desember 2009, misalnya, warga Desa Suak Bilie, Kecamatan Suka Makmue, Nagan Raya heboh, karena ditemukan bunga bangkai, hal yang sebelumnya tidak pernah ditemukan di wilayah itu. Bunga itu tumbuh di halaman Adami, warga setempat.

Khusus di Subulussalam, Amorphopallus titanium tumbuh dua kuntum sekaligus di tengah kebun Muis (40), warga Kampung Sikalondang, Kecamatan Simpang Kiri. Penemunya Zona Solin (32) dan Mulyadi Angkat (34), penduduk Desa Kampung Badar, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam pada Minggu (28/6/2009) dan bunga langka itu bertahan mekar hingga Sabtu (4/7/2009).

Sebelumnya lagi, bunga bangkai ditemukan di Kampung Camp Laut, Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah, pada Minggu (24 Februari 2009) oleh Camat Rusip Antara, Adli Salim SE.

Tidak sama
Menurut Kamus Ensiklopedia Indonesia, bunga bangkai tidak sama dengan bunga Rafflesia arnoldi, meski sama-sama ditemukan pertama kali di Bengkulu. Bunga bangkai termasuk keluarga bunga raksasa. Yang paling populer ditemukan adalah bunga bangkai jenis Amorphophallus titanium. Jenis ini hanya endemik tumbuh di kawasan hutan di Pulau Sumatera. Bahkan juga ada yang menyebut bunga ini sebagai bunga resmi Bengkulu.

Berbeda dengan Rafflesia, bunga bangkai ini berwarna krem pada bagian luar dan pada bagian yang menjulang. Sedangkan mahkotanya merah keunguan. Sekilas bentuknya saat mekar seperti bunga terompet. Bila Rafflesia hanya melebar, bunga bangkai tumbuh menjulang tinggi. Bunga bangkai jenis Amorphophallus titanium bisa mencapai 4 meter dengan diameter 1,5 meter.

Bunga bangkai ini termasuk tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae). Merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk terbesar di dunia. Berbeda dengan bunga Rafflesia yang tidak dapat tumbuh di daerah lain, bunga bangkai dapat dibudidayakan di tempat yang berbeda. Bila Rafflesia parasit pada tumbuhan rambat, bunga bangkai justru tumbuh di atas umbinya sendiri. (as/dik)

Sumber : Serambinews.com

Kadishub Agara : Pesawat NBA Beroperasi Februari

Thu, Jan 20th 2011, 08:52

KUTACANE - Pesawat Nusantara Buana Air (NBA) direncanakan akan kembali melayani penerbangan rute Kutacane-Medan dan Banda Aceh, pada Bulan Februari 2011.

Hal itu diungkap Kepala Dinas Perhubungan Aceh Tenggara, Drs Raidin Pinim MAP kepada Serambi Rabu (19/1). Dikatakan, sebulan yang lalu pesawat NBA tak beroperasi dari Bandara Alas Leuser karena berakhirnya kontrak kerja. “Saat ini masih dalam proses tender di Meulaboh untuk disubsidi dari dana APBN,” ujarnya.

Raidin menyebutkan, untuk penerbangan Kutacane-Medan disubsidi menjadi Rp 130 ribu perseat dan Banda Aceh-Kutacane Rp 250 ribu perseat. Ia juga mengatakan, selain maskapai NBA, maskapai lain yang beroperasi di Bandara Alas Leuser adalah Susi Air yang memberlakukan tarif nonsubsidi. Susi Air melayani penerbangan Medan-Kutacane empat hari dalam seminggu dengan ongkos Rp 360 ribu perseat.(as)

Sumber : Serambinews.com

Proyek Lawe Sempilang amburadul

Wednesday, 19 January 2011 21:05

KUTACANE - Pengerjaan proyek pemeliharaan Jalan Lawe Sempilang dan Payeun Simblang, Aceh Tenggara (Agara) oleh CV New Montes dengan Pagu Rp 900 juta tahun anggaran 2010 dikerjakan asal jadi.

Informasi dihimpun, pihak rekanan yang bertanggungjawab atas pengerjaan proyek dengan pagu Rp 900 juta dan nilai kontrak Rp 700 juta ini, selain dikerjakan asal jadi alias amburadul. Juga ada beberapa item pekerjaan yang tidak dikerjakan, pada proyek yang tidak memakai plank nama ini.

Pekerjaan jalan yang mestinya dikerjakan sesuai bestek sepanjang 3 kilo meter, sebut sumber, oleh kontraktor dari Banda Aceh terindikasi tidak siap dikerjakan dan seakan bagai proyek terlantar.

Karena, pada proyek pekerjaan jalan ini, semestinya dibangun dua unit jembatan, namun hanya satu unit dikerjakan. Celakanya, jembatan yang satu ini juga dikerjakan tidak selesai alias setengah jadi.

Demikian juga dengan kondisi badan jalan yang dikerjakan sekitar tiga kilometer ini badan jalan tampak tidak ada bentuknya. Padahal, semestinya jalan yang dikerjakan dengan kegiatan pengerasan 1,5 kilometer ini terlihat bagus tertata sebagaimana yang ditentukan pada item pekerjaan, sesuai dengan besteknya.

Ketua LSM Generasi Anti Korupsi Alas Generasi (Gakag) Arafik Beruh, mengatakan sebagai putra Agara, dia menyesalkan sikap kontraktor CV New Monten yang beralamat di Banda Aceh ini.

"Pihak kontraktor harus bertanggungjawab, jangan seenaknya meninggalkan pekerjaan yang amburadul, kontraktor punya perjanjian dan berdampak pada jeratan hukum, tegas Arafik, malam ini.

Arafik meminta Kapolres Agara, AKBP Arsyad menindaklanjuti secara hukum, terkait pekerjaan asal jadi CV New Monten. "Jangan-jangan pihak kontraktor sudah berupaya pula melakukan tindakan melanggar hukum lainya 'bermain' dengan PPTK, sehingga dana proyek mulus dicairkan 100 persen, ini harus ditindaklanjuti aparat penegak hukum," tanasnya.

Sumber : Waspada.co.id

Rabu, 02 Maret 2011

Bendungan Irigasi Lawe Bekung Jebol

Tue, Jan 18th 2011, 13:55

KUTACANE - Bendungan irigasi sungai Lawe Harum Desa Lawe Bekung, Kecamatan Deleng Pokhisen, Aceh Tenggara, yang jebol hari Minggu (16/1) kemarin mengakibatkan air untuk budidaya perikanan di Kantor Perikanan kering. Imbasnya, petani mengalami kerugian mencapai 200 juta.

Irigasi yang jebol selebar 15 meter,langsung ditinjau Ketua DPRK Agara, M Salim Fakhri SE MM, dan anggota DPRK lainnya, Kadis Pengairan, Ir M Husin MM, dan Kepala Kantor Perikanan, Ir Khalidah. (asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com