Selasa, 06 September 2011

Jalan Situlen-Gelombang Rusak

Minggu, 21 Agustus 2011 09:44 WIB

KUTACANE - Proyek pelebaran jalan Muara Situlen, Aceh Tenggara menuju Gelombang, Subulussalam yang belum rampung dikerjakan mulai kembali rusak. Pihak rekanan langsung menyatakan akan segera memperbaiki kerusakan itu di antara ruas jalan sepanjang tiga km itu yang sedang dikerjakan dengan sumber dari Dana Alokasi Khusus APBA 2011 sebesar Rp 10 miliar.

Anggota Komisi C DPRK Agara, M Yunir, Sabtu (20/8) menyatakan telah memeriksa langsung pelaksanaan di lapangan dan menilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Dia mencontohkan, tidak adanya test pith (kepadatan lapisan tanah dasar) di atas badan jalan itu yang tanahnya berlumpur yang seharusnya ada geo texstile (kedap air tanah).

Dalam pelebaran jalan, rekanan hanya menggali 30 cm pada sisi kiri dan kanan jalan, kemudian ditimbun dengan sirtu. Seharusnya, katanya, sirtu dilakukan secara berlapis antara 20-30 cm, kemudian pemadatan dengan compact. Yunir meminta pihak perencana dan pengawasan turun ke lokasi, sebelum rampung dikerjakan.

Dia juga heran dengan tidak adanya rambu-rambu proyek yang seharusnya dipasang di setiap titik pekerjaan untuk menghindari kecelakaan terhadap kendaraan yang lalu-lalang pada malam hari. “Saya akan terus memantau pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh rekanan agar standar yang diharapkan tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah, pihak rekanan PT Era Wirasta melalui humasnya, Rahmad Hidayat ST, Sabtu (20/8) mengatakan, akan merehab jalan-jalan yang kembali rusak di kawasan itu. Misalnya jalan di Kampung Gayo yang mencapai tiga kilometer sudah mulai rusak sejak beberapa tahun lalu.

Rahmad yang jug anggota DPRK Agara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan dalam kontrak kerja, penggalian dilakukan sedalam 30 cm dan telah melakukan test pith, sehingga sesuai prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Dia menyatakan proyek pelebaran jalan itu akan rampung dikerjakan pada akhir tahun ini.(as)

Sumber Serambinews.com

Kamis, 04 Agustus 2011

Rp18,4 miliar untuk Aceh Tenggara

TUESDAY, 28 JUNE 2011 07:32

KUTACANE - Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) pada tahun 2011 memperoleh Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 18,4 miliar dari Kementerian Keuangan RI. Dana tersebut diberikan karena Agara dinilai berprestasi baik dalam pengelolaan keuangan daerah, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, di atas rata-rata nasional.

Bupati Aceh Tenggara, Hasanuddin, mengatakan, uang sebanyak itu diberikan Menteri Keuangan RI karena Kabupaten Aceh Tenggara berprestasi baik dalam pengelolaan keuangan daerah, pertumbuhan ekonomi, dan indeksi pembangunan manusiannya di atas rata-rata standar nasional.

“Menurut Menteri Keuangan, Aceh Tenggara dinilai wajar mendapat penghargaan dengan diberikannya dana insentif daerah atau DID sebesar Rp 18,4 miliar,” katanya. Terkait pengunaannya, Bupati Hasanuddin menyatakan, akan dialokasikan untuk bidang pendidikan. “Seperti pembangunan gedung-gedung sekolah, pengadaan sarana dan prasarana, peningkatan mutu pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan hal-hal lainnya untuk kemajuan dunia pendidikan di Bumi Sepakat Segenap ini,” ujar Bupati Agara, Hasanuddin B.

sumber waspada.co.id

Jumat, 29 Juli 2011

Wabah malaria di Leuser turun

MONDAY, 30 MAY 2011 06:47

KUTACANE - Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Aceh Tenggara, Ramulia, mengungkapkan serangan penyakit malaria di Kecamatan Leuser tahun ini cenderung menurun. Padahal sebelumnya, malaria merupakan merupakan penyakit yang dominan (sering) menyerang masyarakat Leuser, dibandingkan kecamatan-kecamatan lainnya.

Tingginya serangan malaria tersebut menurut Ramulia, karena Kecamatan Leuser berada di lingkungan hutan belantara dan sangat terisolir, sehingga menyebabkan nyamuk selaku pembawa penyakit malaria cepat berkembang.

“Kalau di 15 kecamatan lain, penyakit yang dominan adalah Inpeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA),” katanya.

Petugas Dinkes Agara dia katakan, selalu turun ke Kecamatan Leuser setiap tiga bulan sekali untuk memeriksa sampel darah masyarakat setempat. Dinkes juga membagikan kelambu dan obat-obatan, dan ini memang sudah lama diprogramkan dalam upaya menekan serangan malaria.

Kepala Puskesmas Leuser, Jemali, menyebutkan sampai pertengahan tahun 2011 ini, jumlah penduduk terserang malaria sebanyak 3 orang. Menurun bila dibandingkan tahun 2010 kemarin yang mencapai 20 orang.


Sumber Waspada.co.id

Selasa, 26 Juli 2011

Agara Diterjang Banjir Jembatan dan Tiga Rumah Ambruk

Laporan: asnawi lawi, Serambinews.com - Aceh Tenggara
Mon, May 23rd 2011, 12:12


BANJIR - Banjir bandang menerjang Aceh Tenggara, menyebabkan jalan lintas Gayo Lues--Agara putus akibat tertimbun longsor bebatuan, pepohonan. Kenderaan dari ke dua Kabupaten itu antrian panjang selama 12 jam, akibat opprit jalan di Desa Penangalan putus sepanjang 20 meter. Beberapa kawasan yang parah antara lain di Desa Penangalan, Seldok, juga di Kecamatan Ketambe setelah hujan mengguyur kabupaten itu sejak Minggu (22/5) malam. Foto direkam Senin (23/5). Serambinews.com/asnawi lawi


KUTACANE - Sejum;ah desa di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, diterjang banjir bandang, menyusul hujan yang mengguyur daerah itu sejak Minggu (22/5) malam.
Kawasan yang parah antara lain Desa Penangalan, dan Seldok. Sejumlah jalur jalan juga tertimbun longsor bebatuan, pepohonan. Akibatnya kawasan itu lumpuh karena tidak bisa dilalui kendaraan bermotor dari Aceh Tenggara (Agara) menuju Gayo Lues (Galus) dan sebaliknya.

Opprit jalan di Desa Penangalan putus total sepanjang 20 meter lebih. Selain itu, tiga unit rumah warga dibawa banjir dan satu unit yayasan Darul Ayam, roboh akibat dihantam arus sungai tersebut.

Bupati Agara, H Hasanuddin B, Kapolres, AkBP Arsyad, Dandim, Letkol (Inf), R Andi Roediprijatna W, Ketua DPRK, M Salim Fakhri, anggota Komisi C DPRK yang turun ke lokasi musibah, mengintruksikan untuk ditangani dengan mengerahkan mengerahkan dua alat berat jenis scopel untuk membersihkan badan jalan.

Sulaiman, seorang warga menuturkan kepada Serambinews.com, hujan deras sejak Minggu malam sekitar pukul 21.00 wib. Banjir menyeret batang kayu gelondongan sehingga menumpuk di jembatan, dan membuat jalan sepanjang 20 meter ambruk.

Kayu gelondonng yang diseret banjir, kata Bupati Agara, Hasanuddin B, merupakan pembalakan liar yang sudah lama terjadi. "Untuk saat ini kita tangani secara darurat dengan memperbaiki opprit jembatan yang rusak," katanya.

Bupati memperkirakan hingga siang hari ini bisa selesai untuk sekedar dilalui kendaraan roda empat. Ke depan akan dibangun bronjong permanen dan memperbaiki opprit jembatan yang rusak. Sedangkan rumah warga yang rusak akan dilaporkan kepemerintah Aceh, terutama menangani masa panik.(*)

sumber Serambinews.com

Kamis, 14 Juli 2011

DPRK Agara Desak Bupati Tenderkan Proyek APBK 2011

Mon, May 16th 2011, 08:35

KUTACANE - DPRK Agara, mendesak Bupati Agara untuk segera menenderkan proyek APBK tahun 2011 untuk mencegah keterlambatan pengerjaan proyek tersebut.

Anggota DPRK, Tgk Appas JS, kepada Serambi, Sabtu (14/5) mengatakan, pada tanggal 31 Desember 2010 lalu, Dewan Agara telah mengesahkan APBK 2011 sebesar Rp 485 miliar. Namun, proyek APBK tahun 2011 itu belum juga ditenderkan.

Keterlamantan pelaksanaan tender dikhawatirkan pengerjaan proyek akan tergesa-gesa yang berdapak mutu proyek menjadi rendah, atau malah proyek tidak selesai dikerjakan. Dia mencontohkan, kalau proyek itu mulai dikerjakan pada bulan Juli atau Agustus 2011 mendatang, ini waktunya sangat singkat.

Dengan ditenderkannya proyek APBK 2011 tersebut, menurut Tgk Appan JS, tentunya akan membuka lapangan kerja bagi para penganguran di Agara. Untuk itu, DPRK Agara, mendesak Bupati untuk segera tenderkan proyek APBK 2011, demi terlaksananya pembangunan infrastruktur dan pembangunan lainnya yang berkualitas sesuai harapan masyarakat.(as)

Sumber : Serambinews.com

Rabu, 13 Juli 2011

Pembukaan Jalan Muara Situlen-Gelombang Diminta Lanjutkan

Fri, May 13th 2011, 08:42

KUTACANE - Anggota DPRK Aceh Tenggara, Erdarina Pelis, meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat agar segera melanjutkan pembukaan jalan tembus Muara Situlen (Aceh Tenggara) menuju Gelombang (Kota Subulussalam). Alasannya, jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat terutama untuk memudahkan masyarakat mengangkut hasil pertaniannya.

“Daerah itu merupakan areal perkebunan dan pertanian yang sangat diandalkan masyarakat. Tapi, karena minimnya sarana jalan menyebabkan hasil pertanian tak bisa dijual dengan harga layak,” kata anggota dewan dari Partai Gerindra itu, kepada Serambi, Kamis (12/5).

Ia menambahkan, produksi sawit dari Kecamatan Leuser dan sejumlah kecamatan lain di Agara terus meningkat. Namun akibat buruknya sarana jalan dari batas Agara menuju Sumut, hasil perkebunan dari Agara ketika dibawa ke luar daerah semakin menyusut dan harganya menjadi murah.

“Seandainya, jalan tembus Muara Situlen-Gelombang terbuka, maka hasil sawit Agara akan mahal, karena tidak perlu lagi dibawa melintasi jalan Kabupaten Tanah Karo yang kondisinya buruk serta menelan waktu yang lama,” tambahnya.(as)

Sumber : Serambinews.com

Senin, 27 Juni 2011

Lahan Diserobot, Warga Datangi Dewan

Wed, May 4th 2011, 14:35

KUTACANE - Puluhan warga Desa Sengelit, Kecamatan Leuser, Aceh Tenggara, Rabu (4/5/2011), mendatangi kantor DPRK setempat. Kedatangan mereka terkait penyerobotan lahan yang diduga dilakukan oknum-oknum tertentu. Kehadiran massa itu diterima Ketua DPRK Aceh Tenggara, M Salim Fakhri, Wakil Ketua Syahbuddin BP, anggota DPRK Irwandi Desky dan Abdul Malik.
Perwakilan warga, Seliansyah Putra, kepada Serambinews.com, mengatakan, kedatangan mereka ke DPRK, untuk meminta hak atas garapan lahan yang diduga dirampas oknum-oknum dari Keluarga Maha.
Dikatakan, masyarakat 63 Kepala Keluarga (KK) membuka lahan di Bumbun Alas, Kecamatan Leuser, sejak tahun 1996 dari 7 desa di Agara. Namun, pada tahun 2004, Kepala Desa mengeluarkan surat tanah tersebut dengan pemilik keluarga Maha dengan nomor 08/BB4/58/2005 dan mana bisa Kepala Desa Keluarkan surat tersebut.
Setiap KK, sebut Seliansyah, daerah itu memiliki luas areal bervariasi antara 4-8 hektare dan sebahagian sudah ditanami komoditi cokelat, sawit dan komoditi lainnya.(asnawi luwi)

Sumber : Serambinews.com