Selasa, 15 Februari 2011

Banjir puluhan meter jalan putus

Monday, 17 January 2011 21:05

KUTACANE - Puluhan meter badan jalan yang menghubungkn Lawe Harum Kecamatan Deleng Pokisen - Peranginan Kecamatan Badar Aceh Tenggara amblas , akibat banjir yang terjadi Minggu (16/1) dinihari.

Selain membuat badan jalan putus tak bisa dilalui kenderaan roda empat, banjir yang terjadi akibat meluapnya salah satu anak kali bulan yang berasal dari pegunungan lawe harum itu, juga mengakibatkan tanggul atau beronjong penangkap air ke kolam dinas perikanan ambruk.

Pantauan tadi malam, kendati debit air telah berkurang dan masih bercampur lumpur, namun ratusan batang kayu berukuran besar dan kecil masih melintang di badan jalan Lawe Harum-Peranginan.

Bahkan, hingga dilaporkan berita ini, belum terlihat upaya Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Agara, menurnkan alat berat untuk menyingkirkan kayu berukuran besar yang masih menutupi sebagian badan jalan yang dihantam banjir.Sementara puluhan warga terlihat mengambil dan mengumpulkan kayu berukurans edang dan kecil untuk kebutuhan rumah tangga.

Prakits akibat masih banyaknya kayu beruuran besar menutupi badan jalan, kenderaan roda empat yang bisa mulus melewati badan jalan penghubung dua kecamatan itu tak bisa lewat, menyusul amblasnya badan jalan di pinggiran sungai yang berasal dari kawasan pegunungan yang beberapa tahun lalu pernah dijadikan areal pembalakan liar oleh oknum tak bertanggung jawab.

Basri , salah seorang warga yang berkebun di sekitar lokasi kepada Waspada mengatakan, dirinya sempat panik akibat besarnya debit air yang turun dari kawasan pegunungan enuju pemukiman warga di sekitar desa Lawe Harum.

Bahkan akibat besarnya ukuran kayu yang turun bersamaan dengan guyuran hujan lebat, beberapa warga sekitar sempat merasa khawatir dan memprediksi jembatan Lawe Harum bakal roboh karena tak mampu menahan debit air yang berlebihan.

Diakui warga, kendati jlan itu hanya menghubungkan dua desa di dua kecamatan, namun jalan yang beberapa bulan lalu selesai dikerjakan tersebut, sangat vital bagi warga Agara, masalahnya jalan tersebut merupakan sentral perkebunan penghasil cokelat, karet, salak dan beberapa jenis tanaman keras lainnya.

Sebab itu, warga yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan di sekitar kawasan lawe Harum tersebut, berharap agar Dinas Bina Marga dan Cipta Karya segera turun tangan membersihkan kayu besar yang masih melintang di badan jalan.

” jalan putus yang tak bisa dilalui kenderaan roda empat juga, sebaiknya segera dipasang tanggul pengaman, bila dibiarkan saja, dikhawatrikan ,dampaknya akan semakin parah dan bisa merusak tanaman cokelat warga yang sedang berbuah,” harap Adi.

Di tempat terpisah, Kadis Perikanan Agara, Khalidah membenarkan, akibat meluapnya anak sungai kali bulan yang berasal dari pegunungan itu, menyebabkan tanggul penangkap air Kolam Ikan di Dinas Perikanan ambruk dan jebol.

“60 persen sumber air kolam ikan mas, Nila, Gurami, Patin dan Tawes, berasal dari tanggul penangkap air yang jebol tersebut, sebab itu kami kebingungan paska ambruknya tanggul tersebut,” ujar Khalidah.
Akibat, ambruknya tanggul itu, sebagian besar kolam ikan dinas perikanan mengalami kekeringan dan ratusan hektar lahan sawah serta tambak warga lainnya ,tak emndapat suplay air, pungkas Khalidah seraya berharap Pemkab membangun kembali beronjong atau tanggul penangkap air tersebut.

Sumber : Waspada.co.id

Badan Jalan Desa Suka Jaya-Sukadamai Amblas

Mon, Jan 17th 2011, 08:46


Sepanjang 30 meter badan jalan yang menghubungkan Desa Sukadamai- Suka Jaya, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Agara, Minggu (16/1) ambruk ke sungai. Akibatnya, kenderaan roda tiga dan empat sulit melintas. SERAMBI/ ASNAWI

KUTACANE - Sepanjang 30 meter badan jalan yang menghubungkan Desa Suka Jaya dengan Sukadamai, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, Minggu (16/1) amblas ke sungai. Akibatnya, kenderaan roda tiga dan empat sulit melintas di jalan yang sebelumnya lebar 2,5 meter, kini tinggal setengah meter saja. Sehingga masyarakat terpaksa mencari jalan alternatif melalui perkebunan penduduk.

Irwansyah, seorang warga setempat, kepada Serambi, Minggu (16/1) mengatakan, badan jalan sepanjang 30 meter yang menghubungkan Desa Sukadamai dengan Desa Suka Jaya amblas ke sungai akibat kikisan air sungai tersebut. Sebelumnya, pada tahun lalu, badan jalan itu ambruk dikikis sungai, namun, tidak separah tahun ini yang menyebabkan truk tak bisa melintas.

Katanya, jalan itu merupakan sarana vital bagi masyarakat di daerah itu yang membawa hasil perkebunan seperti cokelat, jagung, padi, kelapa dan hasil bumi lainnya. Menurutnya, badan jalan ambruk bukan saja di lokasi itu, tetapi beberapa titik lainnya juga telah amblas akibat dikikis alur sungai Lawe Sigala-gala. Atas nama masyarakat mereka meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dinas Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) agar secepatnya memperbaiki jalan yang ambruk dan juga membangun saluran pembuang yang ambruk di sejumlah lokasi di daerah itu.(as)

Sumber : Serambinews.com

Harga Minyak Serai dan Nilam Naik

Mon, Jan 17th 2011, 08:22

BLANGKEJEREN - Kondisi cuaca yang tidak menetu belakangan ini ikut mempengaruhi pergerakan harga minyak serai wangi dan nilam di Kabupaten Gayo Lues. Harga tampung minyak serai yang sebelumnya Rp 100.000 naik menjadi Rp 120.000 sekilo, dan minyak nilam naik dari Rp 380.000 menjadi Rp 450.000 per kilo.

“Saat ini untuk mendapatkan minyak serai dan nilam dari petani agak sulit, sehingga harganya menjadi naik,” kata Sulpan, agen penampung di Gayo Lues, kepada Serambi, Minggu (16/1)

Petani dia katakan, kesulitan melakukan penyulingan minyak karena kayu bakar semakin sulit diperoleh. Karena itu, bila pergeseran harga bisa mencapai di atas ratusan ribu, dia yakin perekonomian masyarakat akan semakin baik.(c40)

Sumber : Serambinews.com

Minggu, 13 Februari 2011

DPRK prihatin jalan Leuser

Saturday, 15 January 2011 12:03

KUTACANE - Ketua Komisi A dan anggota dewan lainnya dari dearah pemilihan empat, mengaku prihatin melihat kerusakan jalan di Kecamatan Leuser Aceh Tenggara yang kondisinya kian memprihatinkan.

Pengakuan itu disampaikan Erda Rina Pelis, ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Agara, pagi ini. Menurutnya, kerusakan jalan akibat kurangnya pemeliharaan, dan telah berlangsung hampir dua tahun.

Namun, hingga kini terkesan masih dibiarkan oleh pihak berkompeten. Padahal, jalan provinsi dan jalan Kabupaten yang menghubungkan dua puluhan desa di kecamatan termuda dan paling selatan di Agara itu, sangat vital bagi masyarakat.

Bukan hanya jalan provinsi dari Lawe Desky-Muara Situlen hingga Permata Musara saja yang rusak parah dan terkesan ditelantarkan, bahkan ruas jalan kabupaten yang menghubungkan desa induk dengan puluhan desa pemekaran pun, kondisinya nyaris sama dan memprihatinkan.

Untuk mencapai kantor Camat Leuser, urai Erda, kondisinya sangat memprihatinkan. Kerusakan jalan mulai dari aspal terkelupas hingga berlobang dan berem jalan ditumbuhi semak belukar sudah menjadi pemandangan yang mudah ditemukan.

Akibatnya, warga Leuser yang ingin bepergian dari dan ke pasar Lawe Desky mengeluh, demikian juga dengan petani yang ingin memasarkan hasil pertanian dan perkebunan dari Kecamatan Leuser ke Kecamatan Babul Makmur.

Untuk itu, DPRK mendesak Pemprov NAD agar perhatian terhadap perbaikan jalan Provinsi Lawe Desky-Muara Situlen menuju desa Permata Musara dan desa lainnya yang jadi lintasan jalan provinsi.

Kepada Dinas Bina Marga dan Cipta Karya, beserta Komisi A dan anggota dewan lainnya, mendesak agar lebih perhatian lagi terhadap perawatan jalan dan jembatan Kabupaten yang menghubungkan desa Naga Timbul dengan puluhan desa lainnya yang telah ditumbuhi semak belukar.

Sumber : waspada.co.id

Koramil Lawe Sigala Bersihkan Material Banjir

Sat, Jan 15th 2011, 09:20

KUTACANE - Personel Koramil 01 Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, bersama masyarakat, membersihkan saluran parit yang tertimbun lumpur dan material banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di desa setempat. Danramil 01 Lawe Sigala-gala, Letda (Inf) Rifai, kepada Serambi, Jumat (14/1) mengatakan, personelnya bersama masyarakat setempat membersihkan saluran parit yang tertimbun lumpur banjir beberapa waktu lalu. Katanya, akibat saluran parit tertimbun tanah dan bebatuan material banjir setebal satu meter menyebabkan saluran itu tersumbat. Akibatnya, air meluap ke badan jalan apalagi di saat musim hujan. “Mudah-mudahan setelah saluran dibersihkan, kelak saluran itu tak mampet lagi,” Letda Rifai.(as)

Sumber : Serambinews.com

Rabu, 02 Februari 2011

Dinsos Agara Ajukan Dibangun 20 Rumah Korban Banjir Bandang

Thu, Jan 13th 2011, 09:26

KUTACANE - Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Tenggara, mengajukan permohonan pembangunan 20 rumah untuk korban banjir bandang di Desa Semadam dan sekitarnya. Kepala Dinas Sosial Aceh Tenggara, Djahidinsyah, Rabu (12/1) mengatakan, mereka telah mengajukan sebanyak 20 unit rumah korban banjir bandang yang terdiri dari 15 unit rumah rusak ringan dan 5 unit rusak berat agar dibangun Dinsos Aceh.(as)

Sumber : Serambinews.com