Kamis, 30 Desember 2010

Jelang Tahun Baru, Harga Jagung Turun

Mon, Dec 20th 2010, 12:15

KUTACANE - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga komoditas jagung di Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) mulai mengalami penurunan, dari sebelumnya Rp 2.800 menjadi Rp 2.200 per kilogram.

Petani di Desa Lawe Loning, Kecamatan Lawe Sigala-gala, Muhammad Ali, kepada Serambi, Minggu (19/12), menduga, penurunan harga jagung tersebut terjadi karena adanya permainan para tauke.

“Sebentar lagi Natal dan Tahun Baru, banyak tauke di Medan yang sibuk mempersiapkan waktunya menyambut hari perayaan tersebut,” ucapnya. Muhammad Ali mengatakan, harga jagung yang berlaku saat ini sangat tidak seimbang dengan harga kebutuhan pokok yang justeru semakin mengalami kenaikan. “Ini sangat merugikan kalangan petani,” pungkasnya.(as)

Sumber : Serambinews.com

Rabu, 15 Desember 2010

PDAM Tirta Agara Suplai Air Bercambur Lumpur

Mon, Dec 13th 2010, 11:45

KUTACANE - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara sejak sepekan terakhir telah mensuplai air bercampur air parit dan lumpur untuk pelanggan di Desa Perapat Hulu, Kecamatan Babussalam dan sekitarnya.

Seorang Pelanggan PDAM Tirta Agara, Sumarno, kepada Serambi Minggu (12/12) mengaku, sudah seminggu ini air yang dipasok PDAM Tirta Agara bercampur limbah parit. Katanya, air yang masuk ke bak mandi tersebut berbau tak sedap dan warna kecoklatan. Namun, sampai sekarang sepertinya belum ada upaya perbaikan dari pihak PDAM di daerah itu, kendati telah dilaporkan.

Diakuinya, beberapa bulan lalu pernah diperbaiki pipa yang bocor di daerah itu, namun, sekarang kembali seperti semula lagi. Menurutnya, air PDAM itu bercampur limbah, mungkin ada pipa yang bocor karena instalasi pipa PDAM Tirta Agara itu letaknya di dalam parit. Hal lain diutarakan, Hasan, seorang pelanggan PDAM di Pulonas, Kecamatan yang sama. Katanya, selama ini pasokan air PDAM di daerah itu sering mati dan ketika musim hujan bercampur lumpur karena tak disaring.

Padahal, Agara air melimpah ruah dan kalau seandainya air itu dikelola dengan baik akan menambah pendapatan asli daerah. “Orang lain kok bisa laku jual air bersih Rp 2.000/jerigen kenapa kita yang dibantu pemerintah tak mampu mengatasi persoalan air bersih. “tukasnya. Atas nama elanggan, mereka meminta kepada pihak PDAM agar meningkatkan pelayanan.

Terkait masalah itu Direktur PDAM Tirta Agara, yang dihubungi Serambi melalui handphone berulangkali tak mengangkat ponselnya kendati aktif. Hingga berita ini diturunkan belum berhasil mengkonfirmasi yang bersangkutan.(as)

Sumber : Serambinews.com

Senin, 13 Desember 2010

Harga Cabai Melambung di Agara

Sun, Dec 12th 2010, 11:26

KUTACANE - Harga cabai di Pasar Lawe Sigala-gala, Aceh Tenggara, dua pekan terakhir naik cukup tajam. Untuk cabai rawit misalnya, harga jualnya naik dari Rp 20.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram.

Cabai merah juga tak luput dari kenaikan harga tersebut, dan saat ini telah dijual Rp 28.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 20.000. Sedangkan cabai hijau dari Rp 10.000 naik menjadi Rp 20.000.

Kenaikan juga terjadi pada harga bawang merah dari Rp 15.000 menjadi Rp 20.000 per kilonya, bawang putih naik dari Rp 24.000 menjadi Rp 28.000 sekilo, dan tomat dari Rp 3.000 menjadi Rp 7.000.

“Stok barang di pasaran menipis, sedangkan permintaan meningkat.” ujar Asmah Abdulah Luwi kepada Serambi, Sabtu (11/12). Menurutnya, kebutuhan bahan dapur ini naik di daerah itu sejak dua pekan lalu. Stok barang kebutuhan tersebut selain berasal dari petani Agara, juga dipasok dari Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.(as)

Sumber : Serambinews.com

Kamis, 09 Desember 2010

Terserang Hama, Harga Kakao Turun

Mon, Dec 6th 2010, 11:41

KUTACANE - Tanaman kakao (cokelat) di Kabupaten Aceh Tenggara, mulai diserang hama penggerek buah. Akibatnya, selain produksi, kualitas buahnya menurun, sehingga harga jual di pasaran menjadi murah.

Pengusaha hasil bumi UD Pinang Jaya Aceh Tenggara, Muna, kepada Serambi, mengatakan, harga cokelat turun di pasaran karena kualitas cokelat menurun akibat terserang hama. “Biasanya harga cokelat kering Rp 20 ribu per kilogram sekarang turun menjadi Rp 18,500 per kilogram,” katanya. Ia mengatakan, komoditas cokelat setiap bulannya dijual ke Medan sekitar 30 ton.

Sedangkan harga jual pinang kering di Pasaran naik dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.500 per kilogram. Muna mengatakan, setiap bulan ia menjual sekitar 100 ton pinang ke Medan. “Cokelat turun sejak dua pekan lalu, sedangkan harga pinang naik pekan ini,” katanya.(as)

sumber : Serambinews.com