Thu, Apr 7th 2011, 09:23
BLANGKEJEREN - Puluhan meter ruas jalan nasional antara Blangkejeren (Kabupaten Gayo Lues) dengan Kotacane (Aceh Tenggara), dalam beberapa bulan terakhir ini rusak parah.
Pantauan Serambi, Rabu (6/4), meskipun sampai saat ini sejumlah titik ruas jalan itu sedang dilakukan penimbunan oleh instansi terkait, namun hal itu masih dikeluhkan oleh para pengguna jalan. Pasalnya penimbunan yang dilakukan itu, ibarat jalan kuda, naik turun penuh dengan kerikil. Bahkan di saat musim hujan kondisi ruas jalan itu sangat licin dan sulit dilintasi, karena masih saja digenangi air pada beberapa titik di ruas jalan nasional tersebut.
Imron (30) seorang pengguna jalan warga Kotacane, kepada Serambi, Rabu (6/4) mengatakan, kondisi ruas jalan nasional Blangkejeren-Kotacane dalam beberapa bulan terakhir ini mulai hancur, bahkan beberapa titik sangat rawan terjadinya longsor.
Tak hanya itu, kata Imron, sejumlah ruas jalan yang baru diperbaiki dan diaspal pada akhir tahun 2010 lalu, kini mulai hancur dan amblas di beberapa titik. Anehnya, sampai ini, kondisi yang mulai hancur dan amblas itu belum ada penanganan sama sekali. Padahal jalan itu baru saja tuntas dikerjakan.
Dia berharap, agar ruas jalan yang sangat rawan terjadi kecelakan lalulintas dan beberapa titik kawasan yang rawan longsor itu cepat ditangani oleh pihak terkait, sebelum menelan korban jiwa yang lebih banyak lagi.
Hal yang sama diutarakan, Herman warga Blangkejeren. Ia menyebutkan, ratusan meter ruas jalan rusak parah di kawasan Desa Kunke, Jeret Onom, Air Jernih, Serkil dan beberapa titik lainnya di Kecamatan Putri Betung tersebut hendaknya segera ditangani oleh instansi terkait.
Begitu juga halnya beberapa titik kawasan yang sangat rawan terjadi longsor di saat musin hujan, perlu dilakukan penanganan secepatnya. Pasalnya dalam beberapa bulan terakhir ini kerusakan itu semakin parah dan mulai hancur, sehingga sukar dilalui kendaraan. “Keadaan jalan nasional Blangkejeren-Kotacane, Provinsi Aceh itu saat ini hampir sama dengan keberadaan jalan Kotacane-Medan di kawasan Tanah Karo Sumatera Utara sana,” kata Herman.(c40)
Sumber : Serambinews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar