Monday, 17 January 2011 21:05
KUTACANE - Puluhan meter badan jalan yang menghubungkn Lawe Harum Kecamatan Deleng Pokisen - Peranginan Kecamatan Badar Aceh Tenggara amblas , akibat banjir yang terjadi Minggu (16/1) dinihari.
Selain membuat badan jalan putus tak bisa dilalui kenderaan roda empat, banjir yang terjadi akibat meluapnya salah satu anak kali bulan yang berasal dari pegunungan lawe harum itu, juga mengakibatkan tanggul atau beronjong penangkap air ke kolam dinas perikanan ambruk.
Pantauan tadi malam, kendati debit air telah berkurang dan masih bercampur lumpur, namun ratusan batang kayu berukuran besar dan kecil masih melintang di badan jalan Lawe Harum-Peranginan.
Bahkan, hingga dilaporkan berita ini, belum terlihat upaya Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Agara, menurnkan alat berat untuk menyingkirkan kayu berukuran besar yang masih menutupi sebagian badan jalan yang dihantam banjir.Sementara puluhan warga terlihat mengambil dan mengumpulkan kayu berukurans edang dan kecil untuk kebutuhan rumah tangga.
Prakits akibat masih banyaknya kayu beruuran besar menutupi badan jalan, kenderaan roda empat yang bisa mulus melewati badan jalan penghubung dua kecamatan itu tak bisa lewat, menyusul amblasnya badan jalan di pinggiran sungai yang berasal dari kawasan pegunungan yang beberapa tahun lalu pernah dijadikan areal pembalakan liar oleh oknum tak bertanggung jawab.
Basri , salah seorang warga yang berkebun di sekitar lokasi kepada Waspada mengatakan, dirinya sempat panik akibat besarnya debit air yang turun dari kawasan pegunungan enuju pemukiman warga di sekitar desa Lawe Harum.
Bahkan akibat besarnya ukuran kayu yang turun bersamaan dengan guyuran hujan lebat, beberapa warga sekitar sempat merasa khawatir dan memprediksi jembatan Lawe Harum bakal roboh karena tak mampu menahan debit air yang berlebihan.
Diakui warga, kendati jlan itu hanya menghubungkan dua desa di dua kecamatan, namun jalan yang beberapa bulan lalu selesai dikerjakan tersebut, sangat vital bagi warga Agara, masalahnya jalan tersebut merupakan sentral perkebunan penghasil cokelat, karet, salak dan beberapa jenis tanaman keras lainnya.
Sebab itu, warga yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan di sekitar kawasan lawe Harum tersebut, berharap agar Dinas Bina Marga dan Cipta Karya segera turun tangan membersihkan kayu besar yang masih melintang di badan jalan.
” jalan putus yang tak bisa dilalui kenderaan roda empat juga, sebaiknya segera dipasang tanggul pengaman, bila dibiarkan saja, dikhawatrikan ,dampaknya akan semakin parah dan bisa merusak tanaman cokelat warga yang sedang berbuah,” harap Adi.
Di tempat terpisah, Kadis Perikanan Agara, Khalidah membenarkan, akibat meluapnya anak sungai kali bulan yang berasal dari pegunungan itu, menyebabkan tanggul penangkap air Kolam Ikan di Dinas Perikanan ambruk dan jebol.
“60 persen sumber air kolam ikan mas, Nila, Gurami, Patin dan Tawes, berasal dari tanggul penangkap air yang jebol tersebut, sebab itu kami kebingungan paska ambruknya tanggul tersebut,” ujar Khalidah.
Akibat, ambruknya tanggul itu, sebagian besar kolam ikan dinas perikanan mengalami kekeringan dan ratusan hektar lahan sawah serta tambak warga lainnya ,tak emndapat suplay air, pungkas Khalidah seraya berharap Pemkab membangun kembali beronjong atau tanggul penangkap air tersebut.
Sumber : Waspada.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar